hingga ngilunya membuat mata terasa panas
tapi hati terasa dingin seperti bayu dari Kinabalu
Aku hanya bisa bungkam
dan menalakan mataku dengan kejap
melihat dia
menakluk dengan angkuh
seperti bahasa dari emosi yang buta
Bukan inginku mengata tentangmu
Aku tak bisa terus tersenyum
Hatiku tidak secantik awan sirus
ketika langit menebarkan lazuardi berharganya
Kau meninggalkan berjilid
kenangan yang suram
Semoga saja
hujan di bulan november
membawa pelangi
senyum paksa kembali ikhlas
biar perlahan
deruan gembira hadir kembali
seperti kelmarin
yang pernah aku
rasai