Friday, May 29, 2026

Dari Kaca Matamu

Kelmarin ketika langit membiaskan temaramnya
menyorot sisi sendu semahunya
ketika hari sabtu,
kau melihatku dari kaca matamu
menahan getar yang nyaris pecah
seperti angin yang menghempas segala resah
lalu berbubutan menerpa sebagai bayu
padahal itu adalah rasa kesalmu padaku
yang sedang menantimu di persimpangan

Dari situ kau mengerti
dalam keterbatasan yang mengapit
Kebebasan itu sejatinya harus melangkah tanpa ragu
dan bersiap untuk terluka
seperti ketika memetik
sekuntum mawar merah berduri tajam
di taman larangan
tak ada yang lebih tajam dari bisanya penaklukan

Dari kaca matamu
Hidup adalah sebuah penyeberangan
bertahan dan menggantung harapan
agar bisa melintasi titian rapuh itu
tanpa perlu gusar siapa yang akan menanti
tidak tergesa-gesa dan tertanya-tanya
siapa yang akan menantiku di persimpangan

Dari kaca matamu
Apa yang mereka tahu tentang kita
tentang kekesalan
atau tentang rasa sepi dan bosan
Apa yang mereka tahu
apa yang telah kita tumpahkan
untuk sampai ke batas kehidupan ini

Kepada cinta
Kepada sayang
Kepada doa
Kepada diam yang lama tersimpan
Seperti hujan di hujung senja
berguyuran merampas adrenalin jingga
yang sejatinya indah di kaki langit

Apa yang mereka tahu tentang hakikat
dari kaca mata berbingkai hitam

Saturday, May 23, 2026

Khabar Dari Luka

Ada luka dari panjangnya liku-liku duka
di jalan kering dan kontang
yang debunya berterbangan
terasa bernyawa
terpapar meruap ke udara
menyesakkan dada

Filosofi luka begitu pula duka
Mengajar,
Dunia bertumbuh berputar
bersekali dengan banyaknya tangis sendu
yang lama tertahan untuk luruh
Seperti musim semi di bulan Mei
langitnya rencam bersilih hujan dan panas

Aku mahu berlari bersembunyi dalam jam tua
di dinding Kota lama tinggalan orang
Membiar waktu menyembuhkan luka
Namun waktu terlalu jujur
Aku terjerat tergantung lama di Kota waktu
Semua rancu dalam aba-aba yang menekan
waktu terpasung datar
seolah tak mahu pergi
begitu lihai menjebakku
hingga tak tahu arah kembali

Lukaku masih bernyawa
Utuh sepertinya tak lagi tahu
bagaimana cara untuk sembuh

Saturday, May 16, 2026

Kepada Angin Aku Berbicara

Kepada angin malam aku berbicara
bawalah risih ini menghujam ke udara
biar dingin malam menyejukkan hatiku

Katamu dan kata dia memerah tenaga
mahumu dan mahu dia sejajar
biar ada jeda
tetap saja berpapasan

Menatap wajahmu dan wajah dia
memenggal senangku yang tadinya bahagia
Sembari menahan nafas,
ada seribu wajah yang akan kubawa
agar mengubat sakit yang kusimpan dalam senyum
memeluk diri sendiri
dengan menyemak sebatas apa sabarku
menjauh dan memutar-mutar jam dinding
Kuharap masa tidak akan berjalan mundur
dan jauh dari kutukan

Maka akan kusudahi dengan kata
"akan aku cuba"
melewati dengan sabar
Sabana yang panjang ini

Aku Ingin Menjadi Ikhlas

Telah kusiapkan
satu daerah dalam hatiku
yang tanahnya kuakari 
dengan Dandelion putih
Nanti pada saat terpuruk
paling rapuh
Aku dapat berpaut padanya
Terbang melayang bersama
bertahan
Kerana itu satu-satunya pilihan
Setelah disabdakan dengan kata
"Mencuba"

Aku ingin menjadi ikhlas
Seperti Dandelion
Kekal bertahan
Sampai akhirnya

Aku Ingin Menjadi Dandelion

Kagum aku Dandelion
Pada saat paling layu dan rapuh
Ia tetap percaya pada angin
Kerana itu satu-satunya pilihan
Yang akan membawa harapannya
Untuk kekal 
Mampu bertahan
Melayang-layang 
Hingga jatuh pada
Tanah
Rekahan
Celahan

Antara nasib dan takdir
Ia memilih untuk bertahan
Berkulit atas tanah
Menyiapkan Pappusnya
Sehingga tiba saat
Paling Rapuh
Ia pergi 
Sekali lagi
Membawa harapan yang sama
Untuk Kekal bertahan

Aku ingin menjadi ikhlas
seperti Dandelion
Kekal bertahan
sampai akhirnya

Wednesday, February 18, 2026

Cerita di kaki langit petang itu


Menurutku langit paling indah
adalah ketika kaki langit
memencarkan horizon jingga
pada petang ketika menghampiri senja
waktu hilal lahir menandakan 
kedatangan Ramadan

Remang-remang cahaya
dari sorot matahari yang semakin
menghilang di kaki langit
tak ada yang benar-benar indah 
selain fasa ini

Bintang gemintang di langit
tak sabar menanti hadirnya
untuk sama-sama menyerikan renjana langit
sepanjang 29 malam
yang sucinya bukan dusta
tidak sekali pula angkuh
apalagi berpura-pura pijar
di tengah kegelapan malam
bahkan
kegelapan adalah sakral
kerana...
di sana tersembunyi segala
doa dan mereka yang kembali kepada
fitrah hidup bertuhan
 
Ini cerita di kaki langit pada petang sebelum Ramadan
lama sebelum itu
sudah kutunggu
kalian juga barangkali
tanpa sedarku
kalian juga barangkali


AtieMelati
18Februari2026
30 Sya'aban 1447H


Salam Ramadan Al-Mubarak 1447H

Monday, February 16, 2026

Tahun-tahun Gerhana

Akan kususur hari-hari gerhana

dengan menjadikan semilir sebagai teman

yang menjadi melodi penenang setiap langkah

penuh hati-hati

Agar kaki betah dan senyumku masih merah

 

Ini adalah gerhana yang panjang

Tak ada janji terpatri tentang mudahnya

perjalanan

Ini adalah gerhana yang panjang

Akan kupaksakan tubuhku menjadi dandelion

dan semilir akan membawa harapan

untuk betah bertahan

 

Musim-musim gerhana ini

Tepat saat dia melangkah masuk

Hening akan menjadi nyanyian bisu

Tubuh menjadi halimunan

Maka akan kusudahi dengan

Sabda ratu pendeta

Akan aku cuba

Akan aku cuba

 

Melewati setiap jalan yang paling kusukai

Memutar waktu-waktu manis

sebelum gerhana

 

Sebatas sabar akan kubaja

biar aku menjadi dandelion putih

yang paling kuat bertahan

Apakah menurutmu aku akan bisa

selamanya mekar?

Dari Kaca Matamu

Kelmarin ketika langit membiaskan temaramnya menyorot sisi sendu semahunya ketika hari sabtu, kau melihatku dari kaca matamu menahan getar y...