Sunday, August 16, 2026

Entah dari mana

Entah dari mana
Tiba-tiba dia hadir
Sungging sederhana di bibirnya
Adalah hukuman
Dalam aba-abanya tersirat jari telunjuk
Dia menunjal tiap kepala di depannya
Sungging sederhana di hujung bibirnya 
Adalah kutukan

Kerebutan nafas
untuk tetap bertahan
Meski hanya di hujung lorong
Kuharap senyumku masih manis

Sang Prasista Penguasa

Ingin sekali kutalakan 
cermin maha besar untuk kutayang
sebesar apa mahuku untuk menyumpahmu
biar menembusi dadamu dan seisi kepalamu
hingga hantu di kepalaku 
merasukmu lalu kau diam membatu

Malang sekali
gerhana ini terlalu panjang
Maka berbahagialah Sang Prasista Penguasa
menakluk dengan sihir ampuhnya
Akulah yang membatu
menjadi sembahan
Untuk tiga kali lagi pusingan masihi

Sunday, June 21, 2026

Dimeja kopimu

Aku ingin menutup semua gerbang inderamu
menghalangmu dari setiap sudut di balik pintu
biar tak ada cahaya yang menembusi
hingga kau tenggelam lebih dalam
karam lalu bingung  dan lemas sendiri
sampai kau diizinkan untuk kembali ke permukaan
bernama sedar

Daerah keegoaanmu
yang tak pernah kalah
berbau penaklukan
seperti laut yang menembusi titik beku
sejuk dan melemaskan

Lantang sekali suara kau menunjuk jalan
membuyarkan suara-suara bernada falseto
yang lalu lalang di daerahmu
Kau begitu lihai menakluk dalam diam

Apa sudah kaudengar ketukan di pintu
memintamu untuk berhenti sejenak
atau kau hanya menempelkan telingamu
pada dingin pintu
hanya untuk mendengar degup jantung sendiri

Di meja kopimu
secawan kopi susu masih berasap
pada pagi betah benderang
Yang terdengar hanya denting-denting
kopi susumu dilarutkan
Jauh...
Ada hati yang retak
terlalu lama disapa gerhana

Wednesday, June 3, 2026

SEMPURNA

Jangan menuntut sempurna
Nanti rasa hampa akan memelukmu
sepanjang pagi hingga ke malam
Mimpimu tak akan indah lagi
Tidurmu berbunyi resah
Seperti nyanyian ombak menghempas pantai

Kehidupan tidak selalunya gemilang
Jadi, aku mohon
Jangan gelisahkan hal yang menghampakanmu
Kerana kita ini jauh benar dari kata sempurna
Menjauhlah dari cermin
yang memantulkan rasa hampa
Sekaligus, hitunglah
seberapa banyak hal yang 
pernah membahagiakanmu
walau banyaknya kurang dari sepuluh
Jangan...
Jangan merumuskan sempurna
sebagai bahasa bahagia
Atau,
kau akan selalu merasa terpisah
dengan kata 'bahagia'

Friday, May 29, 2026

Dari Kaca Matamu

Kelmarin ketika langit membiaskan temaramnya
menyorot sisi sendu semahunya
ketika hari sabtu,
kau melihatku dari kaca matamu
menahan getar yang nyaris pecah
seperti angin yang menghempas segala resah
lalu berbubutan menerpa sebagai bayu
padahal itu adalah rasa kesalmu padaku
yang sedang menantimu di persimpangan

Dari situ kau mengerti
dalam keterbatasan yang mengapit
Kebebasan itu sejatinya harus melangkah tanpa ragu
dan bersiap untuk terluka
seperti ketika memetik
sekuntum mawar merah berduri tajam
di taman larangan
tak ada yang lebih tajam dari bisanya penaklukan

Dari kaca matamu
Hidup adalah sebuah penyeberangan
bertahan dan menggantung harapan
agar bisa melintasi titian rapuh itu
tanpa perlu gusar siapa yang akan menanti
tidak tergesa-gesa dan tertanya-tanya
siapa yang akan menantiku di persimpangan

Dari kaca matamu
Apa yang mereka tahu tentang kita
tentang kekesalan
atau tentang rasa sepi dan bosan
Apa yang mereka tahu
apa yang telah kita tumpahkan
untuk sampai ke batas kehidupan ini

Kepada cinta
Kepada sayang
Kepada doa
Kepada diam yang lama tersimpan
Seperti hujan di hujung senja
berguyuran merampas adrenalin jingga
yang sejatinya indah di kaki langit

Apa yang mereka tahu tentang hakikat
dari kaca mata berbingkai hitam

Saturday, May 23, 2026

Khabar Dari Luka

Ada luka dari panjangnya liku-liku duka
di jalan kering dan kontang
yang debunya berterbangan
terasa bernyawa
terpapar meruap ke udara
menyesakkan dada

Filosofi luka begitu pula duka
Mengajar,
Dunia bertumbuh berputar
bersekali dengan banyaknya tangis sendu
yang lama tertahan untuk luruh
Seperti musim semi di bulan Mei
langitnya rencam bersilih hujan dan panas

Aku mahu berlari bersembunyi dalam jam tua
di dinding Kota lama tinggalan orang
Membiar waktu menyembuhkan luka
Namun waktu terlalu jujur
Aku terjerat tergantung lama di Kota waktu
Semua rancu dalam aba-aba yang menekan
waktu terpasung datar
seolah tak mahu pergi
begitu lihai menjebakku
hingga tak tahu arah kembali

Lukaku masih bernyawa
Utuh sepertinya tak lagi tahu
bagaimana cara untuk sembuh

Saturday, May 16, 2026

Kepada Angin Aku Berbicara

Kepada angin malam aku berbicara
bawalah risih ini menghujam ke udara
biar dingin malam menyejukkan hatiku

Katamu dan kata dia memerah tenaga
mahumu dan mahu dia sejajar
biar ada jeda
tetap saja berpapasan

Menatap wajahmu dan wajah dia
memenggal senangku yang tadinya bahagia
Sembari menahan nafas,
ada seribu wajah yang akan kubawa
agar mengubat sakit yang kusimpan dalam senyum
memeluk diri sendiri
dengan menyemak sebatas apa sabarku
menjauh dan memutar-mutar jam dinding
Kuharap masa tidak akan berjalan mundur
dan jauh dari kutukan

Maka akan kusudahi dengan kata
"akan aku cuba"
melewati dengan sabar
Sabana yang panjang ini

Entah dari mana

Entah dari mana Tiba-tiba dia hadir Sungging sederhana di bibirnya Adalah hukuman Dalam aba-abanya tersirat jari telunjuk Dia menunjal tiap ...