menghalangmu dari setiap sudut di balik pintu
biar tak ada cahaya yang menembusi
hingga kau tenggelam lebih dalam
karam lalu bingung dan lemas sendiri
sampai kau diizinkan untuk kembali ke permukaan
bernama sedar
Daerah keegoaanmu
yang tak pernah kalah
berbau penaklukan
seperti laut yang menembusi titik beku
sejuk dan melemaskan
Lantang sekali suara kau menunjuk jalan
membuyarkan suara-suara bernada falseto
yang lalu lalang di daerahmu
Kau begitu lihai menakluk dalam diam
Apa sudah kaudengar ketukan di pintu
memintamu untuk berhenti sejenak
atau kau hanya menempelkan telingamu
pada dingin pintu
hanya untuk mendengar degup jantung sendiri
Di meja kopimu
secawan kopi susu masih berasap
pada pagi betah benderang
Yang terdengar hanya denting-denting
kopi susumu dilarutkan
Jauh...
Ada hati yang retak
terlalu lama disapa gerhana