Wednesday, November 4, 2026

Hujan Di Bulan November

Ada kata yang tergulung menyempit dada
hingga ngilunya membuat mata terasa panas
tapi hati terasa dingin seperti bayu dari Kinabalu
Aku hanya bisa bungkam
dan menalakan mataku dengan kejap
melihat dia
menakluk dengan angkuh
seperti bahasa dari emosi yang buta

Bukan inginku mengata tentangmu
Aku tak bisa terus tersenyum
Hatiku tidak secantik awan sirus
ketika langit menebarkan lazuardi berharganya
Kau meninggalkan berjilid
kenangan yang suram

Semoga saja
hujan di bulan november
membawa pelangi
senyum paksa kembali ikhlas
biar perlahan
deruan gembira hadir kembali
seperti kelmarin
yang pernah aku
rasai

Friday, October 9, 2026

Kabut

Lama sekali kabut ini
menyelimuti hari
Seolah menidurkan masa
Menghapus jejak waktu
Putaran alam seakan terhenti
Senyap dan perlahan
Bungkam dan sirna
Melayang-layang membawa kelam

Walau hanya dalam mimpi
Kuharap embun 
menelan kabut
lalu mengering setelah subuh
dan tak pernah hadir lagi
walau di hujung ingatan

Lama sekali kabut ini
singgah dan menyapa
Semakin
lumat hati di sela kecarian tenang
yang tak kunjung tiba

Lama sekali kabut ini...

Monday, October 5, 2026

Kehilangan

 Di batas waktu
saat menjelang perpisahan
akan datang nanti
Hari paling sedih
dan malam yang paling panjang
Tiada kata terucap
hanya mata yang berteriak
Mengatakan
Aku...
Kehilangan separuh jiwaku

28102026
Hari sedih buat rakyat Malaysia, kan?
Tengok Tun M nangis, terus 💔

Sunday, August 16, 2026

Entah dari mana

Entah dari mana
Tiba-tiba dia hadir
Sungging sederhana di bibirnya
Adalah hukuman
Dalam aba-abanya tersirat jari telunjuk
Dia menunjal tiap kepala di depannya
Sungging sederhana di hujung bibirnya 
Adalah kutukan

Kerebutan nafas
untuk tetap bertahan
Meski hanya di hujung lorong
Kuharap senyumku masih manis

Sang Prasista Penguasa

Ingin sekali kutalakan 
cermin maha besar untuk kutayang
sebesar apa mahuku untuk menyumpahmu
biar menembusi dadamu dan seisi kepalamu
hingga hantu di kepalaku 
merasukmu lalu kau diam membatu

Malang sekali
gerhana ini terlalu panjang
Maka berbahagialah Sang Prasista Penguasa
menakluk dengan sihir ampuhnya
Akulah yang membatu
menjadi sembahan
Untuk tiga kali lagi pusingan masihi

Sunday, June 21, 2026

Dimeja kopimu

Aku ingin menutup semua gerbang inderamu
menghalangmu dari setiap sudut di balik pintu
biar tak ada cahaya yang menembusi
hingga kau tenggelam lebih dalam
karam lalu bingung  dan lemas sendiri
sampai kau diizinkan untuk kembali ke permukaan
bernama sedar

Daerah keegoaanmu
yang tak pernah kalah
berbau penaklukan
seperti laut yang menembusi titik beku
sejuk dan melemaskan

Lantang sekali suara kau menunjuk jalan
membuyarkan suara-suara bernada falseto
yang lalu lalang di daerahmu
Kau begitu lihai menakluk dalam diam

Apa sudah kaudengar ketukan di pintu
memintamu untuk berhenti sejenak
atau kau hanya menempelkan telingamu
pada dingin pintu
hanya untuk mendengar degup jantung sendiri

Di meja kopimu
secawan kopi susu masih berasap
pada pagi betah benderang
Yang terdengar hanya denting-denting
kopi susumu dilarutkan
Jauh...
Ada hati yang retak
terlalu lama disapa gerhana

Wednesday, June 3, 2026

SEMPURNA

Jangan menuntut sempurna
Nanti rasa hampa akan memelukmu
sepanjang pagi hingga ke malam
Mimpimu tak akan indah lagi
Tidurmu berbunyi resah
Seperti nyanyian ombak menghempas pantai

Kehidupan tidak selalunya gemilang
Jadi, aku mohon
Jangan gelisahkan hal yang menghampakanmu
Kerana kita ini jauh benar dari kata sempurna
Menjauhlah dari cermin
yang memantulkan rasa hampa
Sekaligus, hitunglah
seberapa banyak hal yang 
pernah membahagiakanmu
walau banyaknya kurang dari sepuluh
Jangan...
Jangan merumuskan sempurna
sebagai bahasa bahagia
Atau,
kau akan selalu merasa terpisah
dengan kata 'bahagia'

Hujan Di Bulan November

Ada kata yang tergulung menyempit dada hingga ngilunya membuat mata terasa panas tapi hati terasa dingin seperti bayu dari Kinabalu Aku hany...