Thursday, May 21, 2015

Dan...

Dan...

Kalau kau cari kebahagiaan dengan mata mate-ria-lis-tik,  kau tak akan jumpa bahagia abadi. Kalau jumpa pun, umpama jarum saat bergerak satu kali pusing keliling dari 12 jumpa 12. Begitu cepat dan lambatnya. Kalau kau mahu kekal bahagia, cari kesederhanaan. Terpulang kau menentukan sederhana yang bagaimana.  Asal jangan kau merampas bahagia orang. 

Dan...

Cinta juga untuk dimengerti, bukan dinikmati indahnya saja. 

Ironinya, manusia cuma mahu menikmati. Menikmati-saat-imdahnya saja. 

Dan...

Tetap saja tak salah fatal memilih untuk menikmati. Tapi, itulah. Terlalu banyak ironi yang hendak kau mengerti. Tahu dan faham.

P/s: bahasa bahagia satu nuansa yang kadang-kadang tak terdektasi oleh hati-akal-budi.

Dan...aku mengarut. Naif.

Mei sitepuk amai-amai.

1 comment:

Cerita di kaki langit petang itu

Menurutku langit paling indah adalah ketika kaki langit memencarkan horizon jingga pada petang ketika menghampiri senja waktu hilal lahir me...