Tiba-tiba dia hadir
Sungging sederhana di bibirnya
Adalah hukuman
Dalam aba-abanya tersirat jari telunjuk
Dia menunjal tiap kepala di depannya
Sungging sederhana di hujung bibirnya
Adalah kutukan
Kerebutan nafas
untuk tetap bertahan
Meski hanya di hujung lorong
Kuharap senyumku masih manis