menyorot sisi sendu semahunya
ketika hari sabtu,
kau melihatku dari kaca matamu
menahan getar yang nyaris pecah
seperti angin yang menghempas segala resah
lalu berbubutan menerpa sebagai bayu
padahal itu adalah rasa kesalmu padaku
yang sedang menantimu di persimpangan
Dari situ kau mengerti
dalam keterbatasan yang mengapit
Kebebasan itu sejatinya harus melangkah tanpa ragu
dan bersiap untuk terluka
seperti ketika memetik
sekuntum mawar merah berduri tajam
di taman larangan
tak ada yang lebih tajam dari bisanya penaklukan
Dari kaca matamu
Hidup adalah sebuah penyeberangan
bertahan dan menggantung harapan
agar bisa melintasi titian rapuh itu
tanpa perlu gusar siapa yang akan menanti
tidak tergesa-gesa dan tertanya-tanya
siapa yang akan menantiku di persimpangan
Dari kaca matamu
Apa yang mereka tahu tentang kita
tentang kekesalan
atau tentang rasa sepi dan bosan
Apa yang mereka tahu
apa yang telah kita tumpahkan
untuk sampai ke batas kehidupan ini
Kepada cinta
Kepada sayang
Kepada doa
Kepada diam yang lama tersimpan
Seperti hujan di hujung senja
berguyuran merampas adrenalin jingga
yang sejatinya indah di kaki langit
Apa yang mereka tahu tentang hakikat
dari kaca mata berbingkai hitam
No comments:
Post a Comment